Skip to main content

Trustworthiness of Data

  Menurut Guba dan Lincoln kriteria penelitian dapat dipercaya dalam menampilkan fenomena yang mendukung keakuratan penelitian, meliputi: 1.       Credibility merupakan penelitian dipercaya ketika partisipan mengakui temuan penelitian sebagai pengalamannya. 2.       Dependability merupakan data yang didapatkan stabil pada setiap waktu dan kondisi. Proses penelitian logis, dapat dilacak, dan pendokumentasian jelas. 3.       Conformability merupakan objektivitas data atau kenetralan data yang menunjukkan bahwa intepretasi dan temuan penelitian jelas berasal dari data serta sebagai petunjuk sebuah kesimpulan dan intepretasi telah di capai. Transferability merupakan generalisasi penerapan hasil penelitian untuk diterapkan pada tempat atau kondisi yang setara.

askep anc abortus nanda nic noc

ASUHAN KEPERAWATAN
A.  PENGKAJIAN
Nama Mahasiswa               :
NIM                                   : 
Tanggal pengkajian            :
Initial Klien                        :
Umur                                  :
Status Perkawinan              :
Jumlah anak                        : Satu
No.
Umur
Tipe persalinan
Keadaan sekarang
Keterangan
1.


14 Tahun
Spontan

Sehat

-

1.                                                                                                            Alasan datang ke rumah sakit : Ny. S mengatakan darah keluar dari jalan lahir sejak jam 5 sore.
2.      Yang mengantar                      : Suami
3.      Menstruasi terakhir                  : 11 September 2017
4.      Lama perkawinan                     : 15 tahun
5.      Masalah untuk hamil                : Tidak ada masalah
6.      Masalah dalam kehamilan        : Ny. S mengatakan kehamilan yang kedua keguguran.
7.      Masalah setelah melahirkan    : Tidak ada masalah
a.       Apakah pernah memakai alat kontrasepsi sebelumnya?
Jawab : Ny. S mengatakan Memakai KB suntik.
8.      Riwayat sosial
a.       Apakah merokok?
Jawab : Ny. S mengatakan tidak merokok
b.      Apa minum alkohol?
Jawab : Ny. S mengatakan tidak minum alkohol
9.      Riwayat kesehatan
-          Adakah masalah kesehatan lain?
Jawab : Ny. S mengatakan keluar darah dari jalan lahirnya.
10.  Pengetahuan Klien
Ny. S mengatakan tidak mengetahui tentang penyebab keguguran, tanda dan gejala keguguran, pencegahan keguguran, dan cara mempertahankan anak yang ada didalam kandungannya.
11.  Pemeriksaan Tanda Vital
Tekanan Darah : 140/100 mmHg
Nadi : 89 x/menit
Suhu : 36,6 C
Pernapasan : 20 x/menit




B.     ANALISA DATA
No.
Hari/tgl/waktu
Data focus
Etiologi
Masalah
1.
Senin, 20 November 2017
Jam 19.00 WIB
DS :
Ny. S mengatakan darah keluar dari jalan lahir sejak jam 5 sore.

DO :
-          Keluar darah pervaginum
Kurang perawatan prenatal
Ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan (00221)
2.
Senin, 20 November 2017
Jam 19.00 WIB
DS :
Ny. S mengatakan tidak mengetahui tentang penyebab keguguran, tanda dan gejala keguguran, pencegahan keguguran, dan cara mempertahankan anak yang ada didalam kandungannya

DO :
Ny. S terlihat bingung ketika ditanya tentang keguguran.
Kurang Informasi
Defisiensi pengetahuan (00126)

C.    DIAGNOSA  KEPERAWATAN
1.      Ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan berhubungan dengan Kurang perawatan prenatal (00221).
2.      Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi (00126).




D.    RENCANA KEPERAWATAN
Tanggal / jam
No. DP
TUJUAN & KRITERIA HASIL
INTERVENSI
Senin, 20 November 2017
Jam 19.10 WIB
I
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan teratasi dengan menggunakan Outcome Status Janin : Antepartum (0111) dengan indikator :
1.         Skrining gabungan trimester pertama (4)

Perawatan Prenatal (6960)
1.      Diskusikan berpartipasi dalam perawatan prenatal sepanjang kehamilan
2.      Review bersama pasien mengenai perubahan-perubahan terkait status dan perkembangan janin
3.      Instruksikan pasien tanda bahaya
4.      Pengujian laboratorium secara rutin selama kehamilan
5.      Berikan terapi sesuai kondisi

Senin, 20 November 2017
Jam 19.10 WIB
II
Setelah dilakukan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan Defisiensi pengetahuan dengan menggunakan Outcome Pengetahuan : Kehamilan (1810) dengan indikator :
1.         Pentingnya perawatan sebelum melahirkan sesering mungkin
2.         Tanda-tanda komplikasi kehamilan
3.         Pendidikan kesehatan sebelum melahirkan
Pendidikan kesehatan (5510)
1.      Tentukan pengetahuan pada individu
2.      Kembangkan materi pendidikan tertulis
3.      Lakukan demonstrasi
4.      Berikan ceramah untuk menyampaikan informasi

Pengurangan Kecemasan (5820)
1.      Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
2.      Jelaskan semua prosedur termasuk sensasi yang akan dirasakan yang mungkin akan dialami pasien selama prosedur
3.      Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, perawatan, dan prognosis
4.      Dorong keluarga untuk mendampingi klien dengan cara yang tepat.





E.     IMPLEMENTASI
Hari/tgl/pukul
DP
Implementasi
Respon Pasien
Senin, 20 November 2017
Jam 19.15 WIB





19.20 WIB


20.00 WIB
I
1.    Melakukan pengkajian kehamilan pasien








2.    Mengambil spesimen darah

3.    Memberikan terapi
Amoxicilin 500  mg
Solvitron 100 mg

DS :
-          Ny. S mengatakan sekarang kehamilan 10 minggu.
-          Ny. S mengatakan keluar darah dari jalan lahirnya.
DO :
-          Keluar darah pervaginum
DS : -
DO : Spesimen darah sudah diambil
DS : -
DO : Terapi sudah diberikan

Senin, 20 November 2017
Jam 20.15 WIB
II
1.    Memberikan pendidikan kesehtan tentang Abotus
DS :
Ny. S dan keluarga mengatakan paham dan sekarang sudah mengerti tentang keguguran.
DO :
-          Terlihat Ny. S dan keluarga menganggukan kepala
-          Terlihat keluarga menjawab pertanyaan yang diberikan.
Selasa, 21 November 2017
Jam 15.00 WIB


15.30 WIB






20.00 WIB
I
1.      Melakukan pengkajian kehamilan pasien





2.      Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium





3.      Memberikan terapi
Amoxicilin 500  mg
Solvitron 100 mg

DS :
Ny. S mengatakan darah masih keluar dari jalan lahir.
DO :
Darah keluar pervaginum

DS : -
DO :
Hemoglobin : L 11.2 g/dL
Hematokrit : L 34.43 %
Granulosit : H 79.6 10^3/mm^3

DS : -
DO : terapi sudah diberikan
Selasa, 21 November 2017
Jam 16.00 WIB

II
1.      Melakukan evaluasi tentang pendidikan kesehatan Abortus
DS :
Ny. S mengatakan masih ingat tentang penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan perawatan untuk mencegah keguguran.
DO :
-          Terlihat Ny. S menjelaskan tentang abortus


F.     EVALUASI
Hari/tgl/pukul
DP
Respon perkembangan
Senin, 20 November 2017
Jam 21.00 WIB
I
S :
-    Ny. S mengatakan darah masih keluar dari jalan lahir seperti orang menstruasi.
O :
-  Keluar darah pervaginum
-  TD  : 130/90 mmHg
-  Nadi : 86 x/menit
A :
Masalah ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan belum teratasi.
P :
Lanjutkan intervensi Perawatan Prenatal (6960)
Senin, 20 November 2017
Jam 21.00 WIB
II
S :
-                   -  Ny. S mengatakan akan melakukan pemeriksaan kehamilan rutin
-     Ny. S mengatakan sekarang sudah tahu tanda bahaya kehamilan
-     Ny. S mengatakan akan melakukan pemenuhan kebutuhan janin untuk menjaga kesehatan janin dan mencegah keguguran.
O :
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang abortus
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang penyebab
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang tanda dan gejala
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang pencegahan dan perawatan kehamilan
A :
Masalah Defisiensi Pengetahuan belum teratasi
P :
Lanjutkan intervensi Pendidikan kesehatan (5510)
Selasa, 21 November 2017
Jam 21.00 WIB
I
S :
-    Ny. S mengatakan darah masih keluar dari jalan lahir seperti menstruasi.
O :
-  Keluar darah pervaginum
-  TD  : 130/90 mmHg
-  Nadi : 86 x/menit
-  Hemoglobin : L 11.2 g/dL
-  Hematokrit : L 34.43 %
-  Granulosit : H 79.6 10^3/mm^3
A :
Masalah ketidakefektifan proses kehamilan-melahirkan belum teratasi.
P :
Lanjutkan intervensi Perawatan Prenatal (6960)
Selasa, 21 November 2017
Jam 21.00 WIB
II
S :
-                   -  Ny. S mengatakan akan melakukan pemeriksaan kehamilan rutin
-     Ny. S mengatakan masih ingat tanda bahaya kehamilan
-     Ny. S mengatakan akan melakukan pemenuhan kebutuhan janin untuk menjaga kesehatan janin dan mencegah keguguran.
O :
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang abortus
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang penyebab
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang tanda dan gejala
-      Ny. S terlihat menjelaskan tentang pencegahan dan perawatan kehamilan
A :
Masalah Defisiensi Pengetahuan teratasi
P :
Motivasi nutrisi adekuat dan pemeriksaan kehamilan rutin.


Comments

Popular posts from this blog

pathway Bronkhiolitis

bronkhiolitis

sap menyusui

SAP (Satuan Acara Penyuluhan) Pokok bahasan                : Post Natal Care (PNC) Sub pokok bahasan         : Tekhnik menyusui yang baik dan benar Hari/Tanggal                   : Kamis, 18 Januari 2018 Waktu                            : 30 menit Tempat                            : Ruang Muzdalifah Sasaran                            : Ny. N A.       Tujuan umum Setelah dilakukan penyuluhan, peserta mengerti tentang cara m...

EVIDENCE BASED PRACTICE: RESEARCH UTILIZATION Program Konseling Model Information-Motivation-Behavioral (IMB) Infeksi Menular Seksual (IMS) di Lapas

  BAB 1 PENDAHULUAN A.     LATAR BELAKANG Penyakit menular seksual merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak terjadi di negara – negara berkembang salah satunya di Indonesia. Prevalensi Sifilis pada pada narapidana pria adalah 1,1% dan pada narapidana wanita lebih tinggi yaitu 6% sampai dengan 8,5%. Infeksi menular seksual juga merupakan rangkaian penyakit infeksi dengan berbagai etiologi infeksi, dimana penularan melalui hubungan seksual berperan utama dalam epidemiologi. Di Amerika diperkirakan infeksi menular seksual banyak terjadi pada usia 15 – 24 tahun 50 % diantaranya adalah syphilis. 1 Prevalensi narapidana dengan penyakit menular seksual Chlamydia tinggi di Amerika Serikat 2 dan hasil penelitian menunjukkan dari 6,4 menjadi 13% dari responden telah dilaporkan positif untuk infeksi ini. 3 Penemuan awal sifilis 0,5% kondisi ini sesuai dengan fasilitas di Amerika Serikat sebesar 0,6% menjadi 2,7% narapidana dinyatakan positif sifilis. 4 Ka...